Uji Coba Kekuatan Internet 5 Operator Dari Jakarta Ke Tegal

DigdayaPulsa.Net - Uji Coba Kekuatan Internet 5 Operator Dari Jakarta Ke Tegal. Mengulas berita dari kompas.com bahwa Koneksi internet seluler punya peran yang sangat penting dalam perjalanan mudik. Pasalnya, internet merupakan piranti yang memungkinkan penggunanya mendapat hiburan, berkomunikasi dengan keluarga atau kawan, hingga menemukan informasi mengenai perjalanan itu sendiri.



Sebelum dimulainya keramaian mudik, operator telekomunikasi biasanya sudah bersiap-siap dengan menyediakan base transceiver station (BTS) tambahan dan mobile. Mereka menyiagakannya di sepanjang jalur mudik, daerah tujuan wisata, dan titik-titik keramaian lainnya.

Tujuannya agar tidak ada satu pengguna layanan pun yang kehilangan sinyal dan mengalami kesulitan komunikasi, ketika lonjakan trafik internet padat selama periode arus mudik.

Baca Juga : Paket Internet Termurah Indosat

Nah, sebelum musim mudik ini dimulai, tepatnya pada 6 hingga 9 Juni 2017, KompasTekno telah lebih dulu menyusuri jalur mudik via Pantai Utara (Pantura) dari Jakarta menuju Yogyakarta untuk menguji kesiapan jaringan telekomunikasi.

Kami melakukan pengujian layaknya pengguna biasa, berbekal aplikasi media sosial, streaming musik dan film, permainan online dan offline, hingga aplikasi benchmark kecepatan internet NPerf. Kami juga membawa lima kartu SIM yang mewakili masing-masing operator seluler Indonesia, yakni Telkomsel, XL Axiata, Indosat Ooredoo, Hutchison Tri Indonesia (Tri), serta Smartfren.

Pengujian itu berujung pada kesimpulan bahwa ada dua operator yang dominan. Namun di sepanjang jalur pertama kami, yaitu Jakarta menuju Tegal, tidak ada satu operator yang lebih buruk dibandingkan lainnya.

Cikampek, rawan di kilometer 19-26, 35-37, dan 45


Pada 6 Juni 2017, kami memulai perjalanan dengan menyusuri Jalan Tol Cikampek. Di jalur ini sinyal masing-masing operator tersendat di sejumlah titik, dan ada juga yang sinyalnya mendadak hilang.

Di antara kilometer 19 hingga 26, streaming YouTube (720p) yang dilakukan menggunakan internet seluler Tri mendadak buffering. Padahal sebelumnya streaming tersebut lancar-lancar saja.

Di lokasi yang sama, sinyal 4G Telkomsel datang dan pergi. Sinyal internet memang tidak hilang namun berubah-ubah antara 3G dan 4G dalam durasi yang singkat.

Berikutnya di kilometer 35 hingga 37 tol Cikampek, ganti XL yang tersendat. Indikasinya adalah YouTube (360p) yang tadinya lancar-lancar saja mendadak buffering.

Hal serupa terjadi pada koneksi Indosat di kilometer 35 hingga 37. Kecepatan internetnya menjadi sangat lambat, game online Battle Bay lag, hingga connection timed-out saat membuka web.

Sedangkan Smartfren mengalami masalah di kilometer 45. Saat itu streaming musik melalui Spotify, yang mengandalkan jaringan Smartfren, mendadak terputus-putus.

Sementara itu, pengujian menggunakan NPerf di Rest Area Tol Cikampek Kilometer 57 menunjukkan bahwa seluruh operator sama-sama bisa terhubung ke internet. Hanya kecepatan saja yang berbeda.

Telkomsel mendapatkan sinyal 4G, dengan kecepatan download maksimal 12,9 Mbps, upload 5,5 Mbps, dan latency rata-rata 202 milidetik. Tri mendapat sinyal H+ dengan kecepatan download maksimal 3,06 Mbps, upload 0,89 Mbps, dan latency rata-rata 203 milidetik.

Indosat mendapatkan sinyal 3G, dengan kecepatan download maksimal 0,85 Mbps, upload 0,63 Mbps, dan latency rata-rata 766 milidetik. Smartfren mendapat sinyal 4G, dengan kecepatan download 1,74 Mbps, upload 2,5 Mbps, dan latency rata-rata 384 milidetik.

Terakhir, XL mendapatkan sinyal 4G, dengan kecepatan download maksimal 15,65 Mbps, upload 17,09 Mbps, serta latency rata-rata 53 milidetik.

Cipali, tersendat di kilometer 86, ada yang mati sinyal di 96-103


Berikutnya, di Rest Area Kilometer 86 Tol Cipali, sinyal Tri dan Indosat bermasalah. Tri menunjukkan jaringan H, kadang menghilang dan tidak dapat terhubung ke internet. Begitu juga dengan Indosat menunjukkan sinyal H+ atau H namun tidak dapat terhubung ke internet.

Saat KompasTekno menyalakan NPerf, aplikasi tidak dapat tersambung ke server karena tidak ada koneksi internet. Menjelajah web, membuka aplikasi game online atau mengirim pesan WhatsApp pun tidak bisa dilakukan.

Sementara itu di saat bersamaan uji coba NPerf menggunakan koneksi internet tiga operator lainnya, yaitu Telkomsel, XL dan Smartfren justru berhasil.

Telkomsel mendapatkan koneksi 4G dengan kecepatan download maksimal 2,89 Mbps, upload 5,28 Mbps, serta latency rata-rata 222 milidetik.

XL mendapatkan koneksi 4G dengan kecepatan download maksimal 15,68 Mbps, upload 11,37 Mbps, dan latency rata-rata 151 milidetik.
Sedangkan Smartfren yang paling kencang dengan koneksi 4G berkecepatan download maksimal 17,72 Mbps, upload 6,16 Mbps, dan latency 75 milidetik.

Perjalanan berikutnya dari Tol Cipali kilometer 96 hingga 103 juga memperlihatkan adanya masalah sinyal internet pada masing-masing operator. Sinyal XL sempat hilang total selama beberapa menit dan kembali muncul lagi ketika berada di sekitar Rest Area Kilometer 103.

Tri kehilangan sinyal di lokasi yang sama, sempat muncul lagi di sekitar Rest Area Kilometer 103, namun kembali menghilang beberapa menit. Begitu muncul kembali, sinyal Tri konsisten di 2G, tanpa bisa digunakan untuk membuka Facebook atau YouTube.

Telkomsel mendapat sinyal H+ di lokasi yang sama dan menjadi 4G saat mendekat Rest Area Kilometer 103. Kecepatan download-nya pun berkisar antara 24 Mbps hingga 40 Mbps, lebih kencang dibanding yang lainnya.

Indosat di lokasi yang sama hanya mendapatkan sinyal internet EDGE dan sangat lambat untuk digunakan menjelajah web atau membuka aplikasi media sosial. Baru di gerbang tol Plumbon Indosat mendapatkan sinyal H+ dan bisa digunakan dengan lancar.

Jalur Cirebon - Tegal, sedikit lambat di kilometer 205, 230, dan 241


Dari Cirebon, KompasTekno mengambil jalur Tol Kanci - Pejagan - Pemalang untuk mencapai Tegal. Seperti di jalur sebelumnya, kami juga menjajal keandalan jaringan internet di jalur tersebut.

Pada jalur ini koneksi Smartfren sedikit tersendat di kilometer 205, ditandai dengan buffer pada streaming YouTube. Berikutnya koneksi kembali lancar, namun mengalami sendatan serupa di kilometer 241.

Selanjutnya pada kilometer 230, Indosat menunjukkan koneksi H+ tapi tidak dapat dipakai untuk melakukan streaming YouTube atau membuka situs memakai browser. Koneksi baru kembali normal berselang sekitar 2 menit setelahnya, di kilometer 235.

Telkomsel masih di hanya mendapatkan sinyal H+ di sebagian besar jalur ini, tapi bisa digunakan untuk menjelajah situs-situs dan membuka media sosial.

XL kehilangan sinyal di kilometer 241. Baru pada kilometer 244 kembali muncul sinyal telekomunikasi dan koneksi internet H+.
Sedangkan Tri, sepanjang jalur tersebut mendapatkan koneksi internet 3G, bergantian antara H dengan H+. Rata-rata kecepatan yang diperoleh 3 Mbps, lelet namun bisa dipakai untuk browsing dan streaming video YouTube dalam kualitas terendah. Bisa juga dipakai membuka foto di media sosial, meski butuh waktu lama.

Kesimpulan


Hasil pengujian dan pengalaman KompasTekno menggunakan internet kelima operator telekomunikasi tersebut tidaklah mutlak. Kondisi masih bisa berubah, menjadi lebih baik atau bahkan lebih buruk, pada saat keramaian mudik mencapai puncaknya.

Seperti yang disebutkan sebelumnya, operator telekomunikasi biasanya sudah menanggulangi keramaian arus mudik dengan menyediakan base transceiver station (BTS) tambahan atau mobile BTS.

Pada saat KompasTekno melakukan pengujian dan pengumpulan bahan untuk menulis artikel ini, operator telekomunikasi belum menyalakan BTS tambahan atau melakukan optimalisasi jaringan. Selain itu, kondisi jalanan juga lebih sepi.

Anda tidak harus langsung berganti kartu SIM ke operator yang lebih kuat karena khawatir saat mudik nanti nomor telepon Anda kesulitan mendapat koneksi internet.

Sebagai antisipasinya, cukup sediakan kartu SIM cadangan dari operator telekomunikasi yang Anda percaya, lalu nyalakan paket datanya untuk menemani perjalanan mudik. Dengan cara demikian, setidaknya Anda bisa beralih ke operator cadangan ketika koneksi internet di nomor utama Anda lelet.

Back To Top